, ,

Anak Gajah Ditemukan Terluka Parah Akibat Jerat di Areal HTI Kawasan TNTN di Riau

oleh -119 Dilihat
oleh
Anak Gajah Ditemukan

Anak Gajah Ditemukan Terluka Parah Akibat Jerat di Kawasan TNTN Riau, Kondisinya Memprihatinkan

Berita Poso — Anak Gajah Ditemukan yang berbatasan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau. Temuan ini menambah panjang daftar satwa dilindungi yang menjadi korban praktik perburuan ilegal dan pemasangan jerat di kawasan konservasi.


Ditemukan Terduduk Lemah dengan Luka Menganga

Anak gajah berusia sekitar 2–3 tahun itu ditemukan oleh tim patroli yang sedang menyusuri jalur perlintasan satwa. Saat ditemukan, gajah kecil tersebut tampak terkulai dan tidak mampu berdiri tegak.

Kondisi luka terlihat sangat serius:

Jerat kawat menjerat kuat kaki depannya

Luka robek mencapai jaringan dalam

Infeksi mulai menyebar karena jerat menempel terlalu lama

Tubuhnya tampak kurus akibat kesulitan bergerak dan makan

Tim segera melaporkan kejadian ini ke Balai TNTN serta dokter hewan konservasi untuk menangani evakuasi medis.Penyebab Kematian Anak Gajah Tari di TNTN Riau Terungkap: Akibat Virus EEHV


Baca Juga: Kemenangan JPN Poso dalam Sengketa Ruko

Upaya Penyelamatan: Tim Medis Kerja Keras Stabilkan Kondisi

Setibanya di lokasi, dokter hewan melakukan tindakan darurat, mulai dari:

Pembersihan luka

Pemberian antibiotik dan analgesik

Pemasangan infus

Pemotongan jerat dengan peralatan khusus

Prosesnya berlangsung cukup sulit karena gajah kecil itu sudah dalam kondisi sangat lemah.

Menurut salah satu anggota tim medis:

Jika terlambat sedikit saja, kemungkinan infeksi sistemik bisa terjadi. Saat tiba, kondisinya sudah kritis.”

Anak gajah tersebut kemudian dipindahkan ke fasilitas perawatan sementara untuk pengawasan intensif.


Anak Gajah Ditemukan Jerat Liar Makin Marak di Sekitar TNTN

Kasus jerat liar di TNTN bukanlah hal baru. Kawasan yang berbatasan dengan HTI dan permukiman warga ini sering menjadi lokasi pemasangan jerat oleh oknum pemburu yang mengejar:

Rusa

Kancil

Babi hutan

Namun, jerat-jerat tersebut kerap memakan korban satwa besar seperti gajah, harimau, atau tapir. TNTN sendiri merupakan habitat penting gajah Sumatera yang populasinya terus menurun.

Data konservasi mencatat banyak insiden tragis dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari gajah kehilangan kaki akibat jerat hingga yang mati karena infeksi.


Penyebab: Konflik Lahan dan Perburuan Ilegal

Ahli konservasi menyebut ada dua faktor utama meningkatnya jerat di kawasan tersebut:

Perluasan HTI dan pembukaan lahan

Pergerakan satwa semakin terbatas sehingga mereka sering melewati jalur yang berpotensi terjerat.

Perburuan ilegal

Jerat dipasang untuk menangkap satwa buru, tetapi satwa dilindungi justru menjadi korban.

Selain itu, rendahnya pengawasan di areal perbatasan antar konsesi dan kawasan konservasi membuat pemasangan jerat sulit dicegah sepenuhnya.


Anak Gajah Ditemukan Seruan Penegakan Hukum dan Penguatan Patroli

LSM lingkungan dan petugas konservasi mendesak dilakukan:

Penegakan hukum yang lebih tegas pada pelaku pemasang jerat

Patroli gabungan antara HTI, TN Tesso Nilo, dan aparat penegak hukum

Sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk tidak memasang jerat

Penguatan koridor satwa agar pergerakan gajah tidak terhambat

Pemerintah daerah juga diminta segera turun tangan mengatasi konflik satwa dan manusia yang makin sering terjadi di kawasan tersebut.


Penutup: Ancaman Serius bagi Gajah Sumatera

Peristiwa nahas yang menimpa anak gajah ini kembali membuka mata publik bahwa jerat liar masih menjadi ancaman besar bagi satwa langka. Jika tidak ada langkah serius dan konsisten, populasi gajah Sumatera akan terus terancam dan kasus-kasus serupa akan terulang kembali.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.