, ,

mbas Flare di Manahan Persis Solo Didenda Rp 250 Juta

oleh -98 Dilihat
oleh
mbas Flare di Manahan

MBAS Flare di Manahan Persis Solo Didenda Rp 250 Juta

Agen Berita Poso – mbas Flare di Manahan Kejadian penyalaan flare yang dilakukan oleh suporter Persis Solo dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan baru-baru ini, berujung pada sanksi denda yang cukup besar. Manajemen Persis Solo dan pihak penyelenggara kompetisi dihadapkan pada denda sebesar Rp 250 juta akibat insiden tersebut. Kejadian ini memicu berbagai reaksi, mulai dari kekhawatiran soal keselamatan penonton hingga pertanyaan mengenai bagaimana seharusnya suporter menjaga sportifitas dalam mendukung tim kesayangan mereka.

1. Kronologi Insiden Flare di Stadion Manahan

Insiden flare terjadi pada saat pertandingan antara Persis Solo melawan tim lawan dalam ajang Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Manahan, Solo. Pada saat pertandingan berlangsung, beberapa oknum suporter Persis Solo diketahui menyalakan flare di tribun suporter, yang mengeluarkan asap tebal dan menciptakan suasana yang membahayakan keselamatan penonton.

Flare, yang seringkali digunakan oleh suporter dalam suasana meriah atau sebagai bentuk dukungan terhadap tim kesayangan, ternyata memiliki potensi bahaya serius. Selain menimbulkan asap berbahaya, flare juga dapat menyebabkan kebakaran atau cedera bagi orang yang tidak sengaja terkena percikan api dari alat tersebut. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, penyalaan flare di stadion jelas melanggar aturan keamanan yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara pertandingan dan otoritas stadion.

Akibat dari kejadian tersebut, pihak berwenang yang bertanggung jawab atas keamanan pertandingan, yakni PSSI dan Kepolisian Republik Indonesia, mengeluarkan keputusan untuk memberikan denda kepada Persis Solo, yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan para suporter mereka.Panpel Persis Akui Kecolongan Flare, Persis Terancam Sanksi - MerahPutih

Baca Juga: Pesawat Militer AS Tiba di Greenland Denmark Kerahkan Pasukan Besar

2. Pihak Berwenang Berikan Sanksi Denda Rp 250 Juta

Pada 20 Januari 2026, PSSI melalui Komisi Disiplin memutuskan untuk memberikan denda Rp 250 juta kepada Persis Solo terkait insiden flare tersebut. Denda ini merupakan bagian dari upaya untuk menegakkan aturan keselamatan dan disiplin dalam pertandingan sepak bola di Indonesia.

“Penyalaan flare dalam pertandingan yang melibatkan banyak penonton tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan orang banyak. Oleh karena itu, denda ini diberikan sebagai peringatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ujar Humas PSSI, Taufik Rahman, dalam konferensi pers setelah pengumuman sanksi tersebut.

Selain denda uang, Persis Solo juga mendapat peringatan keras mengenai perlunya peningkatan pengawasan dan keamanan suporter selama pertandingan berlangsung. Pihak manajemen Persis Solo diminta untuk lebih memperketat aturan bagi suporter mereka agar tidak ada lagi kejadian yang membahayakan keselamatan di masa mendatang.

3. Reaksi dari Manajemen Persis Solo

Manajemen Persis Solo mengungkapkan penyesalan atas insiden tersebut dan berkomitmen untuk lebih ketat dalam mengawasi perilaku suporter di masa depan. Mereka mengaku akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan panitia penyelenggara pertandingan untuk memastikan bahwa flare dan barang berbahaya lainnya tidak dibawa masuk ke stadion oleh suporter.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Persis Solo selalu berkomitmen untuk mendukung atmosfer pertandingan yang aman dan sportif. Ke depan, kami akan lebih intens dalam melakukan edukasi kepada suporter mengenai pentingnya keselamatan dan menghormati aturan yang berlaku,” ujar CEO Persis Solo, Rudianto, dalam tanggapannya terkait denda yang dijatuhkan.

Rudianto juga menambahkan bahwa pihaknya akan menggandeng supporter untuk menyosialisasikan kebijakan baru terkait keselamatan dan aturan suporter yang lebih ketat. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak keamanan untuk memastikan bahwa flare atau bahan berbahaya lainnya tidak dibawa masuk ke dalam stadion di pertandingan mendatang.

4. mbas Flare di Manahan Dampak Bagi Suporter dan Atmosfer Pertandingan

Keputusan PSSI untuk memberikan sanksi denda ini tentu menjadi pelajaran penting bagi seluruh suporter sepak bola di Indonesia, tidak hanya bagi suporter Persis Solo. Insiden flare di Stadion Manahan mengingatkan kita akan pentingnya menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman untuk semua pihak.

Meskipun flare seringkali dianggap sebagai simbol semangat dan dukungan dari suporter, namun penting untuk dicatat bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. PSSI dan klub-klub sepak bola di Indonesia perlu terus mengedukasi suporter agar tetap menjaga sportivitas dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri mereka sendiri maupun orang lain di stadion.

Bagi suporter yang mendukung Persis Solo, insiden ini menjadi peringatan bahwa mereka harus lebih bertanggung jawab dalam memberikan dukungan. Sebagai salah satu tim dengan basis suporter terbesar di Indonesia, Persis Solo memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh bagi suporter lainnya dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan penuh rasa hormat.

5. Menjaga Sportivitas dan Keamanan di Stadion

Penyalaan flare oleh suporter dalam sebuah pertandingan memang bukan hal baru dalam dunia sepak bola, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tindakan ini berpotensi merusak suasana pertandingan dan membahayakan keselamatan penonton. Selain itu, tindakan seperti ini juga bisa berujung pada sanksi finansial bagi klub yang bersangkutan.

Oleh karena itu, penting bagi klub-klub sepak bola di Indonesia untuk terus memberikan edukasi kepada suporter mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban di stadion. Klub harus bekerja sama dengan pihak keamanan dan pihak berwenang untuk memastikan bahwa keamanan dan keselamatan penonton selalu terjaga selama pertandingan berlangsung.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.