,

PKPLK dan HIMPSI Kolaborasi Tangani 456 Siswa Terdampak Gempa di Poso

oleh -295 Dilihat

Poso – Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) bekerja sama dengan Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan dukungan psikososial bagi korban gempa di Poso, Sulawesi Tengah. Program ini menyasar siswa PAUD hingga SMA serta para guru yang terdampak bencana.

Baca Juga: Satgas Madago Raya Intensifkan Razia Kendaraan di Poso

Kegiatan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama pada 19–21 November berfokus pada pelatihan Psychological First Aid bagi para guru dan relawan lokal. Selanjutnya, tahap kedua pada 22–26 November menitikberatkan pendampingan langsung kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

PKPLK

Ketua Umum PP HIMPSI, Andik Matulessy, menjelaskan bahwa timnya sudah melakukan asesmen awal di lapangan. Hasilnya, 456 siswa menunjukkan gejala masalah psikologis setelah gempa. Banyak anak merasakan kecemasan, ketegangan, dan kesulitan beradaptasi dengan kondisi baru. Andik menegaskan pentingnya intervensi cepat agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Perkuat Regulasi Penanggulangan Kemiskinan

Selain pendampingan psikologi, tim juga mengadakan trauma healing, simulasi kesiapsiagaan bencana, serta pelatihan deteksi dini bagi sumber daya lokal. Langkah ini diharapkan menciptakan sistem dukungan berkelanjutan bagi sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Direktur PKPLK Kemendikdasmen, Saryadi, menyebut bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pendidikan di daerah rawan bencana. Ia menekankan bahwa anak-anak terdampak harus mendapat pemulihan psikologis yang menyeluruh agar dapat kembali belajar dengan nyaman.

Program ini diharapkan meningkatkan kesiapan siswa dan guru dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang, sekaligus memperkuat ekosistem sekolah yang lebih tangguh.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.