, ,

Sekolah Langganan Banjir Guru SD di Bekasi Minta Pemerintah Perbaiki Akses Jalan

oleh -103 Dilihat
oleh
Sekolah Langganan Banjir

Sekolah Langganan Banjir Guru SD di Bekasi Minta Pemerintah Perbaiki Akses Jalan

Agen Berita Poso – Sekolah Langganan Banjir yang rutin melanda kawasan Sekolah Dasar (SD) di Bekasi, Jawa Barat, semakin memperburuk kondisi pendidikan dan fasilitas yang ada. Salah satu sekolah yang sering terendam banjir adalah SDN 3 Kranji, yang terletak di kawasan rawan banjir. Guru dan staf sekolah setempat meminta perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki akses jalan dan infrastruktur penunjang agar dapat mencegah terjadinya banjir yang mengganggu proses belajar mengajar.

Sekolah Terendam Banjir Setiap Musim Hujan

Banjir di wilayah ini terjadi hampir setiap tahun, terutama ketika musim hujan tiba. Ketika hujan deras mengguyur wilayah Bekasi, SDN 3 Kranji yang berada di pinggiran kota ini menjadi salah satu titik yang paling terdampak. Air yang meluap dari sungai dan saluran drainase yang tak mampu menampung debit air sering kali membuat area sekolah terendam hingga beberapa sentimeter, bahkan lebih.

Tak hanya merusak bangunan sekolah, banjir juga menyebabkan akses menuju sekolah terputus. Guru, murid, dan orang tua yang hendak mengantarkan anak-anak mereka sering kali terhambat oleh jalan yang tergenang air. Hal ini tentu saja mengganggu kelancaran proses belajar mengajar dan memperburuk kualitas pendidikan di wilayah tersebut.Sekolah Jadi Langganan Banjir di Sergai, Siswa Belajar Sambil  Basah-basahan! | Berita Merdeka Online

Baca Juga: Pemkot Bengkulu Cabut Penugasan 25 Juru Parkir Nakal Jual Lapak Parkir ke Pedagang

Tantangan Setiap Musim Hujan

Bagi Siti Rahmawati, salah seorang guru di SDN 3 Kranji, banjir adalah masalah tahunan yang sudah menjadi hal biasa. Namun, ia mengungkapkan bahwa sudah saatnya pemerintah daerah memperbaiki infrastruktur drainase dan penataan jalan agar kondisi ini tidak terus berulang. “Kami harus sering kali mengungsi ke ruang kelas yang lebih tinggi saat air mulai masuk. Itu pun kalau jalan menuju sekolah masih bisa dilalui,” ujar Siti, yang sudah mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari lima tahun.

Selain itu, banjir juga membawa dampak pada kesehatan. Banyaknya genangan air yang terjebak di area sekolah meningkatkan potensi penyebaran penyakit seperti demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan. Siti menambahkan, “Kami harus ekstra hati-hati, terutama saat anak-anak kembali ke sekolah setelah libur panjang. Genangan air selalu menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.”

Tuntutan Perbaikan Akses Jalan

Para guru dan pihak sekolah menuntut pemerintah untuk segera memperbaiki akses jalan utama menuju sekolah yang sering kali terendam banjir. Mereka mengusulkan pembangunan saluran drainase yang lebih baik dan pengerukan sungai yang mengalir dekat sekolah untuk mencegah terjadinya banjir bandang. Selain itu, perbaikan jalan raya yang menuju sekolah juga sangat diperlukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga sekolah.

“Pemerintah daerah harus lebih serius dalam menangani masalah banjir di Bekasi, khususnya di kawasan sekolah. Anak-anak kami butuh akses yang aman untuk belajar. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada infrastruktur dasar ini,” kata Dedi Santoso, Kepala Sekolah SDN 3 Kranji.

Dampak pada Kegiatan Belajar Mengajar

Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas fisik di sekolah, tetapi juga menghambat proses belajar mengajar. Ketika banjir terjadi, banyak siswa yang tidak dapat hadir ke sekolah karena terhalang genangan air. Hal ini tentu mempengaruhi prestasi belajar dan mengurangi keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.

Pihak sekolah juga harus melakukan berbagai penyesuaian jadwal dan aktivitas pembelajaran agar tetap bisa berlangsung meski dalam keadaan terbatas. Guru dan tenaga pendidik bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan tetap tersampaikan meski ada gangguan dari luar.

Sekolah Langganan Banjir Pemerintah Daerah Diminta Segera Bertindak

Menanggapi keluhan para guru dan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyatakan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk mengatasi masalah banjir yang mengganggu kelancaran proses pendidikan. “Kami paham betul bahwa banjir ini telah menjadi masalah tahunan yang sangat mengganggu. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta instansi terkait untuk mencari solusi yang tepat,” ujar Haryanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur drainase dan menyelesaikan masalah banjir di kawasan-kawasan yang menjadi titik rawan, termasuk di sekitar sekolah-sekolah. “Kami akan prioritaskan pembangunan saluran drainase yang lebih baik dan pengerukan sungai untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang tergenang setiap kali hujan deras,” tegas Tri.

Tantangan Jangka Panjang dan Solusi Berkelanjutan

Di sisi lain, masalah banjir yang terjadi di Bekasi bukan hanya masalah satu sekolah atau satu wilayah, tetapi merupakan tantangan besar yang harus diselesaikan secara komprehensif oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemukiman yang padat dan keterbatasan lahan menyebabkan aliran air menjadi terhambat dan memperburuk kondisi banjir.

Para ahli lingkungan mengingatkan bahwa pengelolaan kawasan perkotaan yang baik sangat penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menjaga kebersihan saluran air juga harus dilakukan secara terus-menerus.

Kesimpulan: Solusi Bersama untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Banjir yang melanda SDN 3 Kranji dan sekolah-sekolah lainnya di Bekasi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak terkait. Masalah banjir yang mengganggu proses pendidikan tidak bisa dibiarkan terus-menerus tanpa ada solusi yang jelas. Perbaikan infrastruktur, drainase, serta penanganan banjir yang komprehensif adalah langkah awal untuk memastikan bahwa anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan aman.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.