Tangis Warga Tokyo Lepas Kepulangan Dua Panda Terakhir ke China
Agen Berita Poso – Tangis Warga Tokyo Lepas Hari yang penuh emosi menyelimuti Taman Panda Ueno, Tokyo, pada Minggu pagi, ketika ribuan warga Tokyo berkumpul untuk menyaksikan momen yang tak terlupakan: kepergian dua panda terakhir, Xiang Xiang dan Shin Shin, yang akan dipulangkan ke China. Kedua panda yang telah menjadi simbol kedekatan antara Jepang dan China selama bertahun-tahun ini mengundang air mata bagi para penggemar dan warga Tokyo, yang sudah menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga besar ibu kota Jepang.
Kepulangan yang Diharapkan Namun Menyisakan Rasa Kehilangan
Momen haru ini terjadi setelah kerjasama diplomatik antara Jepang dan China yang telah berlangsung selama beberapa dekade, di mana panda-panda tersebut dipinjamkan ke Jepang sebagai bagian dari perjanjian pelestarian satwa liar dan untuk mempererat hubungan kedua negara. Namun, kontrak peminjaman yang telah habis membuat pengembalian panda-panda tersebut tak terhindarkan.
Xiang Xiang, panda betina yang lahir di Ueno Zoo pada tahun 2017, menjadi ikon terkenal di Tokyo, mencuri hati warga lokal dan turis asing berkat keimutannya. Sementara Shin Shin, panda betina lainnya, juga sudah lama menjadi daya tarik utama di kebun binatang Ueno sejak kedatangannya pada 2011. 
Baca Juga: Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan di Bangka Belitung
Lomba Air Mata di Ueno Zoo
Beberapa pengunjung terlihat tidak bisa menahan tangis, terutama mereka yang telah mengunjungi Xi Xiang dan Shin Shin sejak mereka masih bayi. Beberapa bahkan membentangkan poster-poster bertuliskan pesan untuk panda, sementara yang lain hanya bisa berdiri terpaku sambil meneteskan air mata.
“Saya datang ke sini hampir setiap minggu untuk melihat Xiang Xiang. Rasanya seperti kehilangan sahabat lama. Saya tahu ini adalah bagian dari kesepakatan, tapi tetap saja sangat sulit melepaskan mereka,” kata Takahiro, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya.
Selain itu, beberapa anak kecil yang datang dengan orangtua mereka juga tampak merasa kehilangan. Banyak yang tampak mengusap air mata mereka, seolah-olah mereka sedang melepas teman bermain mereka.
Tangis Warga Tokyo Lepas Keberangkatan dengan Penuh Kehormatan
Pemerintah China mengirimkan pejabat tinggi sebagai bentuk penghargaan atas kerjasama yang terjalin antara kedua negara melalui konservasi panda.
“Panda-panda ini telah menjadi simbol persahabatan antara Jepang dan China. Kehadiran mereka di Ueno Zoo telah memberikan banyak kegembiraan kepada kami semua. Kami akan merindukan mereka, tetapi kami juga menghormati keputusan untuk mengembalikan mereka ke tanah asal mereka,” ujar Kishida, seraya menambahkan bahwa panda-panda tersebut akan selalu menjadi bagian dari sejarah kebudayaan Jepang.
Panda Sebagai Simbol Persahabatan
Keberadaan panda-panda di kebun binatang Jepang bukan hanya tentang menjaga dan merawat satwa langka, tetapi juga sebagai simbol penting dari hubungan bilateral antara Jepang dan China. Jepang pertama kali menerima pengiriman panda dari China pada tahun 1978, dan sejak saat itu, panda-panda menjadi salah satu daya tarik utama bagi kebun binatang di seluruh negeri. Kehadiran Xiang Xiang dan Shin Shin pun menjadi titik puncak dari hubungan yang semakin erat antara kedua negara tersebut.
Zhao, seorang pejabat dari Kedutaan Besar China di Tokyo, mengungkapkan bahwa Jepang dan China telah bekerja sama dalam banyak hal, salah satunya adalah konservasi panda.
Pesan untuk Generasi Mendatang
Sebelum keberangkatan Xiang Xiang dan Shin Shin, pihak Ueno Zoo mengadakan sejumlah kegiatan edukasi untuk anak-anak dan pengunjung yang ingin belajar lebih banyak tentang panda serta pentingnya pelestarian spesies langka ini.





