Poso – Tekan Faktor Penyebab Kekerasan Perempuan, Dinas PMD-P3A Morowali Gandeng BNNK. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Morowali memperkuat langkah pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak dengan menggandeng berbagai lembaga.
Termasuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Morowali. Kerja sama itu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kekerasan dan merumuskan strategi pencegahan berbasis data dan edukasi masyarakat.
Kepala Dinas PMD-P3A Morowali Abdul Malik Hafid menyebutkan, tantangan sosial di daerah saat ini semakin kompleks, terutama terkait maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang turut dipengaruhi penyalahgunaan narkoba dan perilaku sosial negatif lainnya.
“Tantangan ini yang kita hadapi terus terang maraknya kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak. Pernah di sini kami ambil sampel dan bekerja sama dengan BNN untuk melihat keterkaitan antara penyalahgunaan narkoba dan kasus kekerasan di masyarakat,” ujarnya.
Menurut Abdul Malik, hasil pengambilan sampel dan kajian bersama BNN menunjukkan bahwa sebagian kasus kekerasan terjadi akibat dampak sosial dari penyalahgunaan narkoba, miras, dan judi online yang kini juga marak di beberapa wilayah Morowali.
“Kami tidak bisa pungkiri, penyalahgunaan narkoba dan judi online punya dampak langsung terhadap keharmonisan keluarga. Dari situ sering muncul kekerasan rumah tangga, penelantaran anak, bahkan pelecehan,” jelas Abdul Malik.
Baca Juga : Petugas Rutan Poso Gagalkan Penyelundupan Handphone oleh Tahanan Sepulang Sidang

Melalui kolaborasi dengan BNN, Dinas DPMD-P3A Morowali berupaya memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah desa dalam memberikan edukasi serta perlindungan bagi perempuan dan anak.
“Kami ingin pencegahan dilakukan dari akar masalahnya, yaitu membangun kesadaran masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga. Kalau lingkungan keluarga kuat dan sehat, maka kekerasan bisa ditekan,” kata Abdul Malik.
Pemerintah Kabupaten Morowali berharap kerja sama lintassektor, termasuk dengan BNN, dapat menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif serta menumbuhkan budaya peduli terhadap perempuan dan anak di seluruh desa.
“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama semua pihak keluarga, masyarakat, dan lembaga,” pungkas Abdul Malik.
Melalui kolaborasi dengan BNN, Dinas DPMD-P3A Morowali berupaya memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah desa dalam memberikan edukasi serta perlindungan bagi perempuan dan anak.
“Kami ingin pencegahan dilakukan dari akar masalahnya, yaitu membangun kesadaran masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga. Kalau lingkungan keluarga kuat dan sehat, maka kekerasan bisa ditekan,” kata Abdul Malik.
Pemerintah Kabupaten Morowali berharap kerja sama lintassektor, termasuk dengan BNN, dapat menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif serta menumbuhkan budaya peduli terhadap perempuan dan anak di seluruh desa.





